Rilis God of War III pada Maret lalu sepertinya memang membawa angin segar bagi Sony. Bayangkan saja, bukan hal yang mengejutkan tentunya kalau rilis tersebut berhasil menarik banyak antusiasme dari kalangan gamers. Yang punya PS3 sudah menantikannya dari lama, sedangkan yang belum memilikinya pun jadi semakin ingin membelinya. Jelas, petualangan Kratos di tiap game-nya memang selalu menjanjikan dan membuatnya layak dinantikan, terlebih lagi dengan predikat sebagai salah satu game eksklusif andalan Sony.
Sukses God of War III sepertinya tidak hanya ingin Sony lihat dari konsol PS3-nya, namun juga ingin mereka bagikan dengan platform handheld “semata-wayangnya.” Adalah God of War: Ghost of Sparta, sebuah petualangan terbaru dari Kratos untuk para gamer PSP. Sementara God of War III telah memegang peran sebagai kelanjutan langsung dari God of War II, lain halnya dengan Ghost of Sparta. Petualangan Kratos kali ini diceritakan dengan setting di antara game pertama dan God of War: Betrayal, sebuah God of War yang pernah dirilis untuk ponsel-ponsel berbasis JAVA. Yang membuatnya sayang untuk dilewatkan, Ghost of Sparta tampil dengan menaruh salah satu fokus utamanya pada masa lalu Kratos, dimana sang jagoan akan berpetualang demi mencari tahu bagaimana nasib dari adiknya yang telah lama hilang, Deimos. Cerita yang bertitik berat pada bagian dari masa lalu Kratos ini tentu cukup menjadi alasan bagi para fans untuk tidak melewatkan Ghost of Sparta.
Gameplay 9
Dengan adanya Ghost of Sparta, kini gamers telah memiliki enam game God of War (di luar Collection). Hingga sejauh ini, apa lagi sih yang kamu harapkan dari sebuah judul God of War kalau bukan dari gameplay-nya? Sama seperti sebelumnya, gameplay dengan esensi guilty pleasure yang khas serial game ini masih akan menjadi daya tariknya. Gameplay yang sudah tidak asing lagi kembali ditawarkan seutuhnya. Si botak Kratos masih akan dimodali dengan kemahirannya dalam menggunakan sepasang chain-blades (kali ini berupa Blades of Athena) untuk menghabisi lawan-lawannya. Di samping Blades of Athena, Kratos untuk sekali lagi juga akan kembali mendapatkan senjata dan kemampuan baru di dalam game ini. Satu senjata baru yang rasa-rasanya akan terasa berkesan bagi para penggemar King Leonidas dan bangsa Sparta, beserta dengan beberapa kemampuan magic baru yang selalu mendapat perhatian dalam tiap serial game ini.
Bisa dibilang bahwa suatu esensi yang menyerupai versi konsol yang sudah-sudah merupakan kekuatan utama dari Ghost of Sparta. Membawa sebuah petualangan yang turut memegang peranan penting dengan kualitas yang setara seperti pada game next-gen jelas bukan perkara yang dapat dilakukan oleh setiap developer, yang sebagian besar di antaranya cenderung memangkas banyak porsi gameplay dari versi konsolnya. Namun, hal tersebut tampaknya tidak berlaku sama bagi Ready at Dawn dan Santa Monica Studios selaku pengembang game ini. Dengan mengalami sejumlah peningkatan dari game PSP-nya yang terdahulu, game kali ini juga telah menyertakan adanya penyesuaian aspek seperti yang bisa kamu temukan pada God of War III-nya. Contohnya bisa ditemukan pada fitur quick-time events (QTE) yang masih menjadi andalan khas God of War. Mengikuti penggunaan tampilan QTE yang telah diterapkan pada God of War III, QTE dalam Ghost of Sparta pun tampil serupa, yaitu dengan memunculkan tombol QTE-nya di tiap sisi yang sesuai posisi keempat tombol. Salah satu yang juga cukup patut untuk diperhitungkan sebagai peningkatan pada game inipun bisa kamu rasakan dari action dan pertarungan yang lebih dominan dibandingkan aspek puzzle-nya. Jumlah puzzle yang hadir pada kali ini sepertinya bisa dibilang lebih wajar dari game-game terdahulu dan tidak terlalu berkesan dipaksakan.
Lebih minimnya sesi puzzle memang harus dibayarkan oleh sesi action yang lebih intense. Sayang, di balik jumlah musuh yang lebih banyak dari sebelumnya, Ghost of Sparta rupanya masih harus mengalami beberapa kekurangan dalam segi pertempurannya. Di antaranya dapat kamu rasakan dari repetisi musuh dengan momen QTE yang kurang bervariasi, alias monoton. Kurang banyaknya variasi musuh cenderung akan mempertemukan kamu dengan sejumlah momen QTE yang sama, yang seperti bisa ditebak, tentu bakal cukup membuat kamu bosan melihat adegan yang sama dilakukan untuk yang kesekian kali.
Petualangan Kratos tentunya tidak akan terkesan epik tanpa hadirnya musuh-musuh yang memberikan kesan tersebut. Sayangnya, petualangan Kratos dalam menemukan kembali saudaranya kali ini tidak akan banyak didukung oleh aksi-aksi melawan boss-boss yang berkesan istimewa. Jangan terlalu berharap kamu bisa menemukan pertarungan dengan banyak boss yang seistimewa versi konsolnya, melawan titan atau dewa Olympus lainnya, karena repetisi mini-boss adalah apa yang bakal lebih banyak kamu temukan disini. Rasa-rasanya hal ini telah cukup membuat LYR sulit untuk mengingat ada berapa pertarungan berkesan istimewa dalam game ini. Karena memang sedikitnya pertarungan yang dapat dikategorikan sebagai boss battle dan kurang kuatnya kesan yang ditinggalkan. Yaa, setidaknya pertempuran dengan boss terakhir masih menyisakan kesan yang melekat bagi LYR. Ehmm, cukup sampai disitu. Seperti apa tepatnya silahkan dicari tahu sendiri...
Untuk apa yang juga masih menjadi nilai lebih dari game inipun bisa kamu temukan pula dari penyajian sejumlah dramatisasi momen gameplay. Sejumlah momen gameplay akan kembali dikemas secara dramatis untuk memperkuat pembawaan sinematisasi ceritanya. Buat kamu yang merupakan penikmat gameplay sinematik, jelas hal ini merupakan salah satu hal yang bernilai lebih sendiri.
Graphics 9
Hadir dalam bentuk portable tentu tidak mengartikan kalau Kratos akan berperilaku “sedikit lebih baik.” Ghost of Sparta masih menampilkan di dalamnya sejumlah adegan sadis yang sudah menjadi trademark dari sang jagoan. Ya, segala cara brutal yang dihalalkan oleh Kratos dalam membantai para makhluk mitologi tentunya masih dapat kamu saksikan dalam game ini. Jadi, apabila kamu merupakan salah satu dari sekian banyak gamers yang menikmati unsur violence dalam God of War, jangan kuatir karena versi portable ini tetap akan memberikan kamu suatu daya tarik yang sama.
Dari segi grafis secara teknis, Ghost of Sparta bahkan telah menyajikan kamu suatu tingkatan grafis portable yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Hal ini dapat kamu perhatikan dari jaggies yang tampaknya telah diminimalisir seminim mungkin oleh pihak developer, dengan kualitas detil in-game dan cutscene yang juga tampil tidak mengecewakan. Begitupun halnya dengan pembawaan setting yang ditampilkan untuk visualisasi dalam game ini. Di samping keberhasilan Ready at Dawn dan Santa Monica dalam mentranslasikan kualitas grafis versi konsol ke dalam versi handheld ini, bukan berarti grafis yang ditampilkan sudah bisa kamu cap sebagai sesuatu yang sempurna. Atas kualitas visualnya, Ghost of Sparta patut disayangkan masih harus mengalami apa yang bisa kamu sebut sebagai framerate drop, baik pada saat gameplay in-game ataupun pada saat cinematic sequences-nya.
Sound 9
Sama seperti game-game God of War yang sebelumnya, Ghost of Sparta masih meneruskan di dalamnya sejumlah musik yang tematis dan pas dalam pembawaan kesan epiknya. Penyampaian cerita secara dramatis berhasil dibawakan dengan mendapat dukungan penuh dari aspek musiknya. Sama halnya dengan pembawaan para karakter yang ada dalam cerita. Para voice actor kembali menjalankan perannya dengan baik dalam menghidupkan sejumlah karakter yang ada di game ini. Untuk sekali lagi, aktor TC Carson kembali memegang perannya dengan baik sebagai sang God of War, Kratos.
Longevity 9
Aspek longevity pun rasanya telah mendapat perhatian yang cukup besar untuk kali ini. Apabila Chains of Olympus sebelumnya telah dirasakan sebagai game dengan durasi yang cukup singkat, baiknya pada kali ini durasi dalam Ghost of Sparta telah dirasa mendapat peningkatan yang cukup baik. Dengan durasi cerita dari gameplay utama yang berkisar antara sembilan jam untuk diselesaikan (itu kalau kamu tidak bermasalah dengan tingkat kesulitan dalam game ini), game ini masih akan menguras durasi yang lebih panjang lagi lewat beberapa challenge mode tambahan yang ditawarkan di dalamnya.
Editor’s Tilt 8,5
God of War: Ghost of Sparta telah menambah satu lagi value yang dimiliki oleh para pemilik PSP. Sepertinya akan cukup sulit bagi saya untuk menentukan judul besar manakah yang benar-benar layak menyandang gelar terbaik di tahun ini. Bayangkan saja, kita punya game-game seperti MGS: Peace Walker, God Eater, Kingdom Hearts: Birth by Sleep, atau Kurohyou untuk tahun ini. Belum lagi ditambah dengan beberapa judul yang direncanakan untuk rilis menjelang akhir tahun seperti Monster Hunter Portable 3rd dan The 3rd Birthday. Dengan adanya judul-judul sekelas itu, pastinya 2010 akan diingat sebagai salah satu tahun dengan kejayaan game bagi para pemilik PSP.
Tidak hanya menuangkan unsur gameplay yang sama dengan God of War versi konsol, Ghost of Sparta juga punya nilai lebih dengan membawakan sebuah cerita yang menyinggung salah satu bagian dari latar belakang karakter Kratos. Hal yang tentunya akan membuatnya sulit untuk dilewatkan dengan begitu saja oleh para penggemar God of War series. Terlepas dari berbagai keunggulannya sebagai sebuah game PSP, sayangnya Ghost of Sparta masih belum sepenuhnya memasukkan di dalamnya aspek-aspek baru yang sebenarnya dibutuhkan sebagai nilai lebih dari sebuah game God of War yang baru. Padahal, selain dari cerita dan magic yang baru, tentunya para fans juga telah menantikan adanya fitur atau mekanisme yang segar untuk pengembangan terbaru ini. termasuk saya! hehe

